Berhenti Merokok Itu Mudah

Hari ini, tiga tahun sudah saya berhenti merokok. Jika Anda masih ingat postingan di blog saya kemarin (bisa baca di sini) serta menautkannya dengan keberadaan postingan ini, maka sedikit banyak Anda telah mengenal saya, hihihi.

Ya, Anda benar. Saya memutuskan berhenti merokok pas kejadian tiga tahun yang lalu sebagaimana di postingan saya itu.

Tak ada niatan sebelumnya. Saat itu Jakarta telah larut dan saya sudah berada di luar stadion Gelora Bung Karno Jakarta, masih dengan sensasi yang tak terlukiskan. Sapaan saudara semerah terdengar di sana-sini. Tawa renyah mewarnai udara Senayan. Tak ada sedikit pun terkontaminasi perasaan kecewa.

Sambil menunggu kawan-kawan tret-tet-tet BIGREDS Surabaya (bisa baca di sini),  saya menyalakan rokok yang seolah sejak di dalam stadion tadi terlupakan.

Sebatang rokok terasa cepat hampir habis manakala seseorang menghampiri dan menyapa, “Cak, masih punya rokok?”

Lanjutkan membaca “Berhenti Merokok Itu Mudah”

Iklan Favorit

televisionTak biasanya saya menyukai iklan di televisi. Jaman masih nonton televisi secara jamaah jaman pas tinggal di asrama atau kost-kostan, saat iklan adalah saat yang tepat untuk berpindah channel, untuk mengecek sedang ada acara apa di channel tetangga. Karena itu, penguasa televisi ditahbiskan kepada kawan yang memegang remote.

Dengan kuasa jempolnya, acara televisi bisa berpindah-pindah manakala iklan ditayangkan. Lanjutkan membaca “Iklan Favorit”