Kepingan Koratkarit Paling Pojok

"musuh kita adalah waktu yang tak ragu bergerak maju, dan senyummu itu, tertinggal di masa lalu"

#777

Langit Jakarta cerah pagi ini. Kemarin-kemarin dominan kelabu.

Apa beda langit biru dan langit kelabu jika kehidupan adalah ritme ketukan semacam standard operating procedures yang mesti ditaati layaknya ritual penuh mekanisme. Mungkin karenanya senandung tak harus merdu dan doa adalah hiburan terakhir saat tanya tak perlu jawaban.

Ada benarnya seorang kawan. Dalam sebuah postingan di blog-nya, ia menulis begini:

Sometimes you just click with someone and your brain goes into autopilot and makes all kinds of connections to make you feel good, feel hopeful and expectant.

Sometimes you just want to rush into things and find out if your expectations can be met. But you (always) seem to forget that great expectations can be returned with great disappointments.

So why not love just for the sake of loving? Giving? And not expecting anything in return?

Don’t complicate things. Don’t assume. Don’t hurt others. Just love, and let the Universe do the rest.

~ Heart Workout – Dian Mochtar

Begitulah. Langit Jakarta biru pagi ini. Selamat pagi!

[kkpp, 15.12.2017]

Note:

*) Photo by Mat Umar on Pexels.com

Satu tanggapan untuk “#777”

Tinggalkan Balasan ke Jejak Tanda Pagar Angka – Kepingan Koratkarit Paling Pojok Batalkan balasan