Tak banyak yang tahu nama lengkap Abah Guno atau Pak Guno, pria yang dituakan di RT kami. Karena biasanya kami memanggil beliau begitu bukan dengan nama aslinya: Soeprayitno.

Perumahan kami, layaknya perumahan-perumahan lain yang menjamur di Sidoarjo sebagai pendukung kaum urban di Surabaya, relatif ditinggali oleh kami yang sepantaran. Perumahan baru dengan penghuni baru. Abah Guno mungkin pengecualian yang bisa dihitung dengan jari. Usianya sih tidak tua-tua amat, masih usia produktif. Namun masih lebih tua dibandingkan dengan rata-rata yang lain.

Selain itu, posisi beliau yang kerja di pengembang perumahan, menempatkan beliau sebagai jembatan dari warga ke pihak pengembang. Banyak membantu keluhan warga hingga tersampaikan dan tersolusikan, pun sebagai bendahara RT kepengurusan yang pertama, sosok beliau banyak dikenal tetangga.

Hujan deras tadi malam mengantarkan kepulangan beliau ke Rahmatullah mendahului kami.

Selamat jalan, Pak Guno. Semoga segala amalan mendapatkan ganjaran, segala dosa dan kesalahan terampunkan. Semoga keikhlasan mengurusi warga RT selama ini adalah amal keteladanan.

[kkpp, 05.04.2016]