Kepingan Koratkarit Paling Pojok

"musuh kita adalah waktu yang tak ragu bergerak maju, dan senyummu itu, tertinggal di masa lalu"

Februari 2012

  • Seribu Sudut Masjid (2)

    #2 Masjid Agung Sidoarjo Setelah Masjid Cheng Ho di Pandaan, maka pada serial kedua ini kiranya saya tak afdol jika tidak menempatkan Masjid Agung Sidoarjo, masjid yang menyandang kategori ‘agung’ di kabupaten dimana KTP saya bernaung. Read more

  • Celoteh Nuha: Ijin Jualan

    “Yah, aku boleh minta ijin?” tanya Nuha pada suatu pagi yang sedang diburu mepetnya aktivitas harian yang sudah menunggu. “Emang mbak mau ngapain?” aku balik bertanya. Sejak keberadaan adiknya tiga tahun yang lalu, kata ‘mbak’ jadi salah satu panggilan bagi putri sulungku yang baru berusia tujuh tahun itu. “Aku mau jualan pas hari Minggu besok.”… Read more

  • Dibuang Sayang (5)

    Melanjutkan dari serial sebelumnya (baca di sini), tentang sampahan di twitter yang justru tak ingin dibuang. *** #101 – 01/04/11 | Perjalanan tanpa ujung. Berawal darimu. Melintasimu. Berakhir padamu. Aku melompati batas waktu. @sajak_cinta #102 – 07/04/11 | HURUF dan KATA. Bukan perkara DNA yang identik jika DAN, juga AND merangkai makna yang sama. @fiksimini #103 – 08/04/11 | aku… Read more

  • Murah

    Cak Rie hanya membolak-balik koran pagi ini di warung yang masih sepi. Hanya seorang mahasiswa yang tengah menghabiskan semangkok mie instant goreng tanpa tolah-toleh duduk di pojokan. Tiba-tiba seseorang datang dan berteriak,”Cak Rie, kopine koyok biasa.” Read more

  • Dalang Banyak Anak

    “Polisi bosok sak bosok-bosok’e,” raung seorang pria muda saat memasuki warung kopi yang tak berbatas. Pengunjung yang tak banyak pada sore itu hanya sekedar menoleh mencari sumber suara, seolah meminta kelanjutan cerita yang hendak diumbar ke segenap penjuru warung. “Mosok, wes sepedaku ilang, malah aku sing dipajeki,” lanjutnya seraya duduk di dingklik yang kelihatan tua… Read more