Padi (Oryza sativa) dan tebu (Saccharum officinarum) adalah komoditas penting bagi negeri ini. Padi menghasilkan beras. Tebu menghasilkan gula. Lantas, apa jadinya negeri ini bila tanpa keduanya?

Adalah fakta yang tak terbantahkan bila kini kita adalah importir keduanya. Padahal di jamannya, di kesuburan pulau Jawa-lah, keduanya tumbuh dan panen sedemikian rupa. Bahkan di jaman Belanda, pabrik gula bertebaran di pulau ini.

Dalam sebuah perjalanan kembali ke Surabaya usai rutinitas pekerjaan, saya berkesempatan mengabadikan keduanya yang bertepian. Padi yang telah menguning, tebu dewasa yang juga menunggu giliran dipanen berbalur jingga matahari yang hendak tenggelam.

Sungguh, saya tak berharap jika memang kedua jenis tanaman ini memasuki era senjanya, manakala lahan sawah berubah peruntukkannya serta tak ada lagi yang sudi menggarapnya.

[kkpp, 06.08.2011]

2 pemikiran pada “Padi dan Tebu: Suatu Senja

  1. Langsung teringat desa kecil di Jawa Timur. Mengusik sesuatu di dasar hati. Sungguhan.
    Oya tidakkah dalam penulisan nama latin, kata pertama selalu diawali kapital, Bro?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s