Sahur di hari ke-22, bulan Ramadhan 1428 ini terasa pahit. Bukan karena tidak ada lauk, bukan pula karena kehabisan stok gula. Semata karena kekalahan pertama Liverpool di ajang resmi musim 2007/2008. Gol Valbuena di menit 76 di pojok kiri gawang Reina seolah membangkitkan Liverpool yang sejak menit pertama seperti terlena. Namun sisa waktu tak cukup. Bahkan untuk sekedar menyamakan kedudukan. Walhasil, kekalahan 0-1 di Anfield harus diterima sebagai sebuah kenyataan.

Tampil dengan pasangan Crouch-Torres di depan, supply umpan dari sayap yang diperankan Benayoun dan Leto tidak banyak menghasilkan keakuratan. Sementara di tengah pun, Sissoko yang mendampingi SG8 tampil di bawah performanya. Begitu halnya ketika Riise, Voronin, dan Kuyt yang tampil sebagai pengganti, tak bisa mengkonversi peluang menjadi gol yang dinanti.

Sementara Marseille tampil dengan lima gelandang dan hanya menyisakan Niang di depan sebagai striker. Dua alumni Liverpool, Djibril Cisse dan Zenden tampil di pertandingan ini. Tampil pula Benoit Cheyrou yang merupakan adik dari alumni Liverpool lainnya, Bruno Cheyrou.

Seperti pertandingan-pertandingan terakhir, entah karena faktor rotasi yang mengakibatkan tidak ada pemain yang sama persis yang dimainkan dari satu pertandingan ke pertandingan yang lain, pemain Liverpool terlihat canggung dalam memberikan umpan dan men-support pergerakan pemain lainnya. Malah, mereka terlihat gugup ketika menghadapi serangan balik tim dari Prancis itu. Kartu kuning yang lebih banyak, penguasaan bola yang kalah, shot on goal yang kalah, telah menunjukkan bahwa tim harus berbenah.

Kehilangan 4 poin dari 18 poin yang mungkin, sangat terasa bagi tim yang bermain di fase group yang hanya menyisakan juara dan runner up group untuk lolos ke babak berikutnya. Namun peluang masih ada. Tinggal bagaimana Rafa mencari formulasi yang lebih greng. Entah kembali ke pakem: “Don’t change the winning team” atau tetap percaya kepada rotasi ala rafalution.

Yang jelas kemenangan tetaplah akan terasa manis, seperti halnya yang direguk oleh ketiga tim Inggris yang bermain di UCL. Arsenal menang 1-0 saat tandang. Pun juga dengan Chelsea dan Man U yang bermain kandang. Sementara kekalahan tetaplah pahit sebagaimana dirasakan juara tahun lalu, Milan di kandang Celtics.

***

Dari hasil pertandingan ini maka untuk pertama kali pula Reina dibobol melalui gol yang dihasilkan open play (bola hidup). Dan catatan torehan gol pun tidak berubah seperti ini:

  • Torres, 6 gol. Hattrick ke Reading (Carling Cup) dan dua gol dari Derby County dan 1 gol ke gawang Petr Chech
  • Voronin, 3 gol. Dua gol di ajang liga dan 1 gol di ajang Champions
  • Kuyt, 3 gol. Satu dari Porto dan dua dari pertandingan lawan Toulouse
  • Alonso, 2 gol. Dua gol dari partai melawan Derby County
  • Benayoun, 2 gol. Satu saat melawan Reading dan 1 gol penyelamat saat melawan Wigan
  • Crouch, 1 gol dari pertandingan lawan Toulouse
  • Hyypia, 1 gol
  • Gerrard, 1 gol
  • Sissoko, 1 gol
  • Babel, 1 gol.

Satu pemikiran pada “Sahur di Kala Kekalahan Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s