Frankentuar & Witch-Hazel

Ikan Arwana yang diceritakan pada akhir kisah keping O (baca: “Keping A ke Keping Z”) mati (20/10) tadi malam. Entah mengapa. Padahal dua pompa aquarium yang biasanya jadi tertuduh masih beroperasi dengan normal. Soal kematian sang arwana tak bernama bisa jadi adalah pertanda dan bisa jadi pula kejadian biasa saja. Namanya mahkluk hidup ya akhirnya mati juga. Lanjutkan membaca “Frankentuar & Witch-Hazel”

Celoteh Nuha: Nama Lengkapnya Rotiboy

Dari nama lengkap anak saya kedua, nama panggilan yang kami pilih adalah Alvaro, nama depan dari nama lengkapnya yang terdiri tiga nama. Karena terdiri dari tiga suku kata, maka kami kemudian memilih nama singkat “Varo”. Kadang Bundanya memanggil dengan “Al”, kadang tante-tante dan budhe-nya memanggil dengan turunan dari Varo, yaitu “Vayo”, “Va-O”.

Saya sendiri lebih sering memanggil dengan “Le”, turunan dari “tole”, cara orang Jawa memanggil anak laki-lakinya, sebagaimana cara Bapak memanggil saya. Kadang saya memanggilnya “Dik” sebagai pembahasaan untuk Nuha.

Suatu malam, Nuha kemudian berceloteh,  “Yah, sebenarnya nama adik lebih keren kalo dipanggil Boy.”

“Kok bisa?”

“Iya. Adik kan anak cowok dan ganteng. Lebih keren dipanggil Boy daripada Le.”

Aku cuma ketawa.

6971609169_77630e9f4b
Foto ilustrasi pinjam dari http://www.ritualmakan.blogspot.co.id

“Kalau jadi dipanggil Boy, nama lengkapnya Rotiboy,” ucap Nuha tanpa merasa bersalah.

Kali ini aku bukan sekedar ketawa. Ngakak malah. Kok bisa milih nama Rotiboy. Kalau dituntut melanggar hak cipta bagaimana?

[kkpp, 26.05.2011]

Tulisan terkait:

Celoteh Nuha: Ayah, Jangan Pulang Malam!

Celoteh Nuha: Ayam Kakung

Celoteh Nuha: Belajar Memilih