Penalti Sak Mblengere

Menang atau kalah. Ada sih pilihan di antaranya, yaitu draw alias seri alias berbagi angka alias tak ada yang menang atau kalah. Di catur malah menggunakan istilah khas: remis.

Tapi itu untuk pertandingan dengan format kompetisi. Siapa juara siapa pecundang baru dilihat di akhir musim kompetisi.

Di sisi yang lain, lebih banyak pertandingan yang mensyaratkan harus ada yang menang dan harus ada yang kalah. Mutlak dan gak bisa ditawar. Pertandingan ulang adalah cara yang paling ideal. Tetapi makan waktu. Dulu sempat menggunakan cara tos-tosan, alias pemenang ditentukan dengan lemparan koin, tetapi dianggap lebih banyak memainkan faktor untung-untungan. Kalau pakai adu dadu, ntar mengulang kisah Kurawa-Pandawa di Mahabharata.

Lanjutkan membaca “Penalti Sak Mblengere”

Nah kan, Kita (bisa) Juara …

Malam kian larut. Bahkan hari nyaris berganti menjadi hari Senin, hari tersibuk karena menjadi awal pekan.

Namun suasana seputaran Stadion Gelora Delta Sidoarjo malam itu (22/9) masih terasa hingar bingar. Parkiran yang meluber ke sepanjang jalan di area sekitar stadion masih penuh sesak. Kabarnya, situs AFF mencatat 35 ribu orang memenuhi stadion berkapasitas 30 ribu itu.

Penonton yang sudah keluar dari stadion masih terasa enggan untuk meninggalkan stadion, masih terasa lekat dengan rangkaian momen yang tak terlupakan. Belum lagi yang masih meluapkan keriangan bersama sang pahlawan di dalam stadion. Lanjutkan membaca “Nah kan, Kita (bisa) Juara …”