Pernahkah kita mendengar:
“Masalah besar kita kecilkan, masalah kecil kita lupakan.”
Jadilah kita tak punya masalah. Benar kan? Tiap ada masalah, kita sepelekan, kemudian kita akan terlupa kalau punya masalah.
Benar sih, … benar-benar tak menyelesaikan permasalahan maksudnya, hihihi.
Sebesar apapun masalahnya, kalau tak mau mencari masalahnya, ya tak akan pernah selesai. Seperti Indonesia menjelang tahun ke-81-nya Agustus nanti. Masalah kok rasanya gak habis-habis. Tiap hari, tiap lihat linimasa kok ada aja masalah baru.
Bagaimana menyelesaikan permasalahan yang sedemikian banyak itu?
Kalau bertanya pada akal imitasi, jawabannya juga bakal banyak. Salah satunya adalah ikhlas dan berserah, menerima masalah sebagai bagian hidup. Tamat sudah jika begini, dengan ikhlas dan berserah masalah sudah menguap.
Jawaban yang lain, caranya dengan mengidentifikasi akar masalah, lantas mencari solusi dan mengeksekusinya.
Jawaban yang lain lagi, fokus pada apa yang bisa dikontrol. Apa sih fokus itu? Kata ‘fokus’ yang awalnya berarti tempat api, telah bergeser maknanya menjadi titik api pada dunia lensa dan peroptikan, dan kini menjadi pusat aktivitas atau pusat energi. Jadi fokus pada apa yang bisa dikontrol berarti memusatkan aktivitas dan energi pada sesuatu yang bisa dikendalikan secara langsung oleh kita sebagai subyek.
Ada lagi yang menyelesaikan masalah dengan mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan, misalnya waktu, uang, tenaga, dan apapun daya yang dipunya lainnya. Juga ada yang menyarankan untuk tidak menunda-nunda penyelesaian masalahnya. Semakin ditunda, semakin ruwet masalahnya.
Saran yang lain, untuk tetap mengembangkan mindset bahwa tiap masalah selalu ada jalan keluarnya.
Nah, tapi problemnya, eh, masalahnya, bagaimana kita tahu kita bermasalah jika denial terus menerus? Jika ada alarm di dashboard, ya jangan dibiarkan terus berkedip tanpa mencari akar masalahnya dan mencari solusinya. Indonesia tuh, alarm masalah dimana-mana, tapi ya gitu deh, alarm seterang benderang itu, tetap saja seperti gajah di pelupuk mata.
Kalau menurut kalian, Indonesia yang kita warisi dari kakek-nenek kita yang berjuang memerdekakan bangsanya sendiri ini, sedang bermasalah tidak sih? Jika iya, apa masalah utama yang harus fokus diselesaikan?
[kkpp, 02.02.2026]

Tinggalkan komentar