Martir

Sungguh saya ingin menuliskan kisah tentang Sondang Hutagalung sejak beberapa hari yang lalu. Berkali mencoba, tetapi selalu saja gagal. Tenggorokan tercekat, jemari serasa kelu, otak beku sementara sekujur tubuh merinding. Bahkan hendak menuliskan dalam 140 karakter saja pun tak bisa. Hanya mampu me-retweet beberapa dari ribuan tweet yang layak di re-tweet.¬†Saya menangis tanpa airmata tanpaLanjutkan membaca “Martir”