Kepingan Koratkarit Paling Pojok

"musuh kita adalah waktu yang tak ragu bergerak maju, dan senyummu itu, tertinggal di masa lalu"

Pembaca nan Budiman

Tiap tulisan punya pembacanya sendiri. Jangan khawatir.

Yang mestinya khawatir adalah para pihak yang kemudian terganggu dengan tulisanmu itu. Jika tulisanmu itu tajam mengkritisi rezim, ya rezimlah yang takut tulisanmu itu bakal meraih pembacanya lebih luas lagi lalu mencoba agar tulisanmu itu tak terbaca pembacanya.

Yang juga mestinya khawatir adalah para pihak yang takut menemukan kejujuran dari tulisanmu karena mau tidak mau dengan kejujuranmu itu topeng ketidakjujuran yang selama ini mereka pakai akan tanggal dengan sendirinya. Setidaknya mereka takut dengan tulisanmu karena mereka masih punya malu.

Teruslah menulis. Jangan pedulikan pembacanya siapa. Kecuali memang penghidupanmu berasal dari pembaca, ya tak ada pilihan lain selain mengikuti apa mau pembaca. Buzzer penjilat rezim ya memang harus menulis mati-matian membela tuannya karena pembacanya adalah hamba rezim. Penulis buat media besar ya harus ikut apa kata juragan. Tidak menulis seperti mau juragan ya matilah sandang pangan. Kalau juragannya ternyata tuan yang pragmatis ya sedekahkan kasihan buat mereka.

Teruslah menulis karena engkau tahu siapa pembaca tulisanmu.

Ada banyak pembaca di luar sana yang membaca tulisanmu dalam diam dan menyukai tulisanmu itu dengan membaca berulang lagi dan lagi tanpa meninggalkan jejak ‘like’ dan ‘repost’. Berbeda dengan pembaca buku yang bisa dihitung dari buku yang terjual dan berapa kali dipinjam dari perpustakaan, pembaca dalam diam ini terasa sebagai bilangan imajiner dan abstrak. Susah membayangkannya tapi ada.

Kalaupun engkau tak bisa membayangkan bahwa nyata adanya pembaca dalam diam itu, percayalah setidaknya ada satu pembaca setia tulisanmu yaitu pembaca nan budiman: dirimu yang menulis sepenuh hati dan menyukai tulisanmu sendiri.

[kkpp, 02.01.2026]

Note: tulisan ini pernah diposting di akun instagram @tattock_ untuk Gerimis 30 Hari Desember 2025 pada hari ke-12

Tinggalkan komentar