Kepingan Koratkarit Paling Pojok

"musuh kita adalah waktu yang tak ragu bergerak maju, dan senyummu itu, tertinggal di masa lalu"

Elena: Tak Lagi ‘One Slam Wonder’

Kalah lima game sejak posisi imbang 4-4 di set kedua yang membuat ketinggalan 0-3 di set ketiga, para pendukung Elena Andreyevna Rybakina tentu ketar ketir.

Rasanya berat bisa membalik keadaan mengingat lawannya adalah Sang Macan nomer satu dunia, Aryna Sabalenka. Tapi Elena tampil dingin, tanpa teriakan, tanpa drama membanting raket, menang lima game berturutan, meski Aryna pun tak mudah ditekuk dan sempat mendapat break point. Lima game berturutan dimenangkan, posisi pun berbalik unggul 5-3. 

Aryna baru bisa mengambil game saat serve di tangannya sekedar menunda kemenangan Elena di final Australian Open 2026. Posisi 5-4 set ketiga, Elena serving for the champions. Optimal! Dua winner forehand, yang sekali lurus menuju garis tepi, yang sekali menyilang, serta serve tak bisa dikembalikan dan diakhiri aces menyempurnakan senyum juara Elena. Elena menutup final Australian Open, 6-4, 4-6, 6-4. 

Kemenangan itu menyebabkan Elena keluar dari kelas “one slam wonder”, yang masih berisi Sofia Kenin, Emma Raducanu, Madisson Keys, Jelena Ostapenko, Marketa Vondrousova, dan Bianca Andreescu.

Sejak juara Wimbledon 2022, Elena memang belum kembali penampilan terbaiknya kecuali di WTA Finals 2025 beberapa minggu yang lalu. Sejak itu pula, dari 13 grand slam, delapan kali juara didominasi Aryna Sabalenka dan Iga Swiatek. Elena sendiri sejak juara Wimbledon empat tahun lalu, hanya sekali ke panggung final grand slam yaitu di Australian Open 2023, kalah dari Sabalenka 3 set.

Kiri: Juara Wimbledon 2022. Kanan: Juara Australian Open 2026. Perlu 1302 hari.

Kemenangan ini juga membuktikan bahwa Elena Rybakina Juara WTA Finals 2025 yang diraihnya akhir musim yang lalu bukanlah kebetulan meski lolos sebagai pemain terakhir.

Tahun 2025, Elena membuat lebih dari 500 aces. Di Australian Open 2026, ia membuat 47 aces hampir dua kali lipat dari pemain lainnya. Di final salah satu aces-nya berkecepatan 190 km/jam tercepat berdasar catatan komentator di final. Senjata aces itu masih efektif memenangkan game, set and match.

Dari babak pertama hingga semifinal semua dilewati tanpa kehilangan set. Juvan, Gracheva, Valentova, Mertens (unggulan ke-21, yang beberapa hari setelah kekalahan dari Rybakina ini malah menjadi Juara Ganda Australian Open dan menahbiskan sebagai pemain nomer 1 dunia untuk kategori ganda), Swiatek unggulan kedua, dihempaskan di quarterfinal, dan Pegula unggulan keenam dilewati di semifinal. Dari unggulan kelima hingga bisa juara.

Akankah Elena terus berjaya, setidaknya bisa menambah gelar grand slam? Semoga tak membutuhkan 1302 hari ke gelar berikutnya sebagaimana sebelumnya. Let’s go, Elena!

[kkpp, 01.02.2026]

Tinggalkan komentar