Dibuang Sayang (3)

Sebelum makin terbenam dan makin susah membongkarnya, inilah lanjutan sampahan saya (sebelumnya bisa baca di sini): #51 – 21/12/10 ‎| HUJAN bulan Desember, mengingatkanku pada kelabu raut Ibuku, saat kutanya dia berkemas. Di luar pria-pria berseragam menunggu. @fiksimini #52 – 21/12/10 ‎| KEHABISAN STOK WARNA MERAH. Belum pernah kelabu Desember, menjadi merah semeriah-meriahnya. Tahun iniLanjutkan membaca “Dibuang Sayang (3)”

Dialog Ala Dunia Kicau: GM vs ST

Salah satu fasilitas di twitter adalah ‘mention’. Fasilitas ini biasanya digunakan agar si empunya akun memberikan atensi dan biasanya pula lantas menimpalinya. Bayangkan, apa yang terjadi jika fasilitas itu digunakan secara resiprok? Benar! Sebuah dialog yang bisa diikuti oleh para follower masing-masing. Sebenarnya bisa saja dialog itu dilakukan keduanya melalui jalur privat karena twitter menyediakanLanjutkan membaca “Dialog Ala Dunia Kicau: GM vs ST”

Seleb Twitter

Siapa yang pantas disebut sebagai seleb twitter? Bagi saya sih ada dua parameter: (i) jumlah follower dan (ii) rajin nge-tweet. Parameter tambahan lainnya adalah kualitas tweet-nya. Parameter ketiga ini bisa jadi relatif di antara pembaca. Karenanya tidak dapat dimasukkan sebagai parameter utama. Seleb twitter jadi mungkin karena salah satu keunggulannya adalah bisa mempunyai follower takLanjutkan membaca “Seleb Twitter”