Empat September Duaribu Tujuh

Tiga tahun yang lalu,

hening sesaat setelah subuh

tangismu yang pertama memecah semburat jingga

Takkan pernah terlupa

bagaimana beribu rasa tak tergambarkan oleh tubuh

tatapmu yang pertama bertaut memenuhi rongga jiwa

Tak terasa

kini engkau telah belajar menapak jalan kehidupan

kini engkau telah belajar menyapa sesama

langkah-langkah kecilmu telah menuntunku untuk lebih bijak memahami kehidupan

sapamu telah mengingatkanku bagaimana waktuku tak cukup untuk menyapa dahaga masa depan yang terbentang

Masa depan adalah milikmu, gadis kecilku

Biarlah masa sekarang milik generasi sekarang yang sering terlupa bahwa masa mendatang adalah kepastian

Genggam masa depanmu, gadis kecilku

Dan jika masa itu telah tiba,

jangan pernah menoleh ke belakang untuk menangisi hal-hal buruk yang seharusnya ditinggalkan generasi sekarang yang takmampu meninggalkan keculasan, dengki, dan perasaan serba instan dalam menggapai keinginan

Gadis kecilku,

kami percaya bahwa masa depan itu terbentang, :untukmu dan generasimu:

sapa dan ingatkan kami bahwa masa depan itu adalah milik kalian

kami hanyalah busur

yang hanya bisa mengantarkan kalian, :dengan doa dan harap:

(♣. surabaya, awal september 2007, untuk aurora nuha sadida)

Versus Derby: Kemenangan Terbesar

Partai yang digelar di gameweek ke-5, awal September ini memberikan catatan yang manis bagi Liverpool. Enam gol yang dilesakkan Alonso, Babel, Torres dan Voronin membawa kemenangan terbesar di Premier League sejak kemenangan 6-0 atas West Brom Albion di bulan April 2003. Saat itu enam gol Liverpool diborong oleh Owen (4) dan Milan Baros (2).

Sejak ditangani Rafa, situs resmi Liverpool  mencatat kemenangan terbesar 7-0 diraih pada saat piala FA melawan Birmingham City, Maret 2006. Kemenangan terbesar di liga adalah 5-0 saat melawan West Brom Albion pada Desember 2004, dan 5-1 pada saat partai kandang melawan Fulham pada Maret 2006.

Dengan kemenangan ini, maka hitungan pencetak gol berubah menjadi:

  • Torres, 3 gol. Dua gol dari pertandingan ini dan 1 gol ke gawang Petr Chech
  • Voronin, 3 gol. Dua gol di ajang liga dan 1 gol di ajang Champions
  • Kuyt, 2 gol. Dua-duanya dari pertandingan lawan Toulouse
  • Alonso, 2 gol. Dua gol dari partai ini
  • Crouch, 1 gol dari pertandingan lawan Toulouse
  • Hyypia, 1 gol
  • Gerrard, 1 gol yang mendapatkan penghargaan dari fans sebagai gol terbaik bulan Agustus
  • Sissoko, 1 gol
  • Babel, 1 gol. Gol pertama yang dinanti telah lahir.

Kiranya, semua striker sudah mulai mencatat torehannya. Dus, hitungan masih akan terus bertambah …

[♣.3.9.07]

Ganyang Malaysia

Malaysia memang perlu diganyang, tapi bukan dengan kon­fron­tasi fisik. Juga bukan dengan ancaman ala Bung Karno. Kita mengganyang Malaysia secara positif dengan cara mem­ba­ngun bangsa ini. Badan dan jiwa bangsa harus dibangun agar yang terlihat besar bukan hanya luas wilayah dan jumlah pen­duduk. Indonesia juga harus besar dalam kualitas dan itu ha­rus tercermin pada diri manusia Indonesia yang sejahtera, se­hat badan dan jiwa. Sudah saatnya, negeri dan bangsa ini dibangun dengan benar agar tidak ada lagi penduduk yang miskin dan yang menganggur. De­ngan potensi alam yang sangat besar, jauh melebihi Malaysia, mes­tinya negeri ini tidak kesulitan lapangan pekerjaan.” 

Lanjutkan membaca “Ganyang Malaysia”

Mari Berhitung Perburuan Gol Musim 2007/2008

Hingga tadi dini hari (29/08) seusai pertandingan kualifikasi Piala Champions leg kedua, Liverpool telah lima kali bertanding di ajang resmi. Tiga kali di Premier League, dan dua kali tandang dan kandang saat bertemu Toulouse di kualifikasi Champions. Hasilnya empat kali menang dan sekali seri.

Lanjutkan membaca “Mari Berhitung Perburuan Gol Musim 2007/2008”

Marketing Inovasi Gaya Joger

Siapa sih yang tidak kenal Joger? Saya sendiri pertama kali ke Pabrik Kata-kata tersebut pada tahun 1995, pada saat menjadi panitia lokal Kejuaraan Dunia Bridge Junior yang saat itu diselenggarakan di Kuta Bali. Hingga kunjungan terakhir saya dua tahun yang lalu, Pabrik Kata-kata Joger tetap membekas dalam kenangan akan antrian yang sedemikian padat namun segera terhapus sesaat membaca rangkaian kata yang menusuk, getir, membikin tawa (kadang tertawa lepas, kadang tertawa karena tersindir), dan juga rangkaian kata yang unik.

Lanjutkan membaca “Marketing Inovasi Gaya Joger”

Penampilan Kandang Pertama

Tadi malam (19/8) adalah penampilan kandang pertama Liverpool di Anfield untuk musim kali ini. Lawannya adalah Chelsea, runner up musim yang lalu. Sepertinya Rafa masih mempercayai komposisi yang diturunkan pas lawan Aston Villa. Pepe, Finnan, Carragher, Agger, Arbeloa, Pennant, Alonso, Gerrard, Riise, Kuyt dan Torres.

Lanjutkan membaca “Penampilan Kandang Pertama”

Kini Era TV Berbayar?

Masih ingatkah era tahun 80an, saat masyarakat diwajibkan membayar iuran televisi? Bahkan waktu itu ada sweeping segala ke tiap rumah? Saya lupa-lupa ingat. Maklum masih pakai seragam putih merah. Yang pasti sih, televisi di rumah masih hitam putih. Namun dari televisi itulah saya pertama kali jatuh cinta dengan sepakbola Liverpool saat menyaksikan final Piala Champions 1985, yang mempertemukan Liverpool dan Juventus, serta menorehkan tragedi yang tak kan terlupa. Tragedi Heysel.

Lanjutkan membaca “Kini Era TV Berbayar?”

Menanti Laga Pertama EPL 2007

English Premier League 2007 digulirkan tanggal 11 Agustus 2007. Bagi Liverpool FC, pertandingan pertama menjumpai Aston Villa di Villa Park. Di lima tahun terakhir, Liverpool memulai liga dengan hasil yang tidak bagus. Karenanya, bila ingin tetap di jalur juara EPL, hasil bagus haruslah diraih sejak pertandingan pertama.

Lanjutkan membaca “Menanti Laga Pertama EPL 2007”

Yang Tersisa dari Indonesian Idol 2007 dan Piala Asia 2007

Musik dan sepakbola. Dua perhelatan yang berbeda rasa telah berakhir. Indonesian Idol dan Piala Asia untuk tahun ini ditutup hanya berselisih hari. Yang pertama diselesaikan pada hari Sabtu, 28 Juli 2007, dengan memenangkan Rini Wulandari. Sedangkan yang kedua, ditutup dengan kemenangan Irak atas Saudi Arabia tepat sehari sesudahnya.

Lanjutkan membaca “Yang Tersisa dari Indonesian Idol 2007 dan Piala Asia 2007”

Antara SPBU, F1, dan korupsi kecil-kecilan

Bayangkanlah sebuah pertandingan tanpa kompetisi. Bagi saya, hal itu berarti tak akan ada lagi menariknya menjadi penonton. Kita hanya akan melihat Fernando Alonso melaju sendirian di lintasan balap. Sangat membosankan. Hanya ada dua kemungkinan. Kita hanya akan menanti Alonso mencapai finish (line), naik podium sendiri, dan menikmati sampanye-nya sendiri. Atau, Alonso akan berbuat salah-salah sendiri.

Lanjutkan membaca “Antara SPBU, F1, dan korupsi kecil-kecilan”
%d blogger menyukai ini: