Senyum Temaram

Terbangun pada jelang fajar. Suasana temaram menyapa kesadaran yang belum sepenuhnya terjaga. Ah iya, ini kan di Gili Trawangan, bukan Surabaya. Dilanjutkan tidurnya, sambil memeluk istrinya yang baru dinikahi seminggu yang lalu. Senyum lepas pada wajah terlelap di sampingnya membuatnya segera ikut kembali terlelap.

Gili Trawangan - Suatu Pagi

***

Lima belas tahun yang lalu, senyum itu telah menghantuinya. Temaram malam di malam api unggun tak dapat menyembunyikan keindahannya. Sayang ia tak cukup berani menyapa pemilik senyum dari gugus depan 1) tetangga itu. Hingga akhirnya, suara kakak pembina yang mengasuh acara malam itu membuatnya semakin menggigil, “Radit. Regu Rajawali Gudep Kosong Tujuhbelas. Maju ke depan. Tugasmu berjoget menemani Ratri Regu Melati Gudep Kosong Tigapuluh.” Ya, nama pemilik senyum itu adalah Ratri. Sementara peserta api unggun lainnya kian tergelak melihat tarian robotnya karena sepenuhnya ia menggigil.

***

Dua tahun yang lalu, seorang laki-laki muda merutuk dalam hati, “Ah, angin apa yang membawaku ke tempat gelap ini.”

“Sudahlah, Dit. Tinggal masuk saja. Di dalam mau ngapain terserah kamunya. Namanya juga laki-laki dan wanita di ruang yang sama,” ujar seseorang yag lebih berumur menyemangati laki-laki itu. “Tinggal pilih saja mau yang mana.”

“Ah, Boss saja yang memilihkan. Boss kan lebih pengalaman”

“Haha, soal selera bukan masalah pengalaman, Dit,” katanya sambil menyodorkan daftar kumpulan foto cewek-cewek dengan nomor di bawahnya.

Diamatinya daftar itu. “Pasti banyak tipuan sotosop ini, mana temaram pula,” rutuknya dalam hati. Sementara temannya menggodanya,”Dit, dit, milih cewek gini aja kayak mau milih istri aja. Banyak banget pertimbangannya. Kalau tidak cocok, besok datang lagi, hahaha.”

“Ah, resek loe, boss,” ujarnya sambil tergesa menunjuk nomor tiga puluh ke gadis manis GRO 2) yang menemani mereka berdua. “Baik, mari kami antar ke kamar,” kata gadis itu.

***

Kamar itu cukup bersih. Bahkan boleh dibilang standar hotel berbintang. Tetapi temaram membuat jantungnya berdetak. Seumur-umur baru kali ini dirinya nyasar ke tempat beginian.

“Selamat malam,” seseorang masuk ke kamar setelah mengetuk pintu. “Benar dengan nomor tiga puluh, kan pak? Kok masih belum dibuka bajunya?” lanjutnya tanpa jeda dan terasa ampyang karena terdengar di-riang-riang-kan.

Radit menoleh ke sumber suara. Dandanan dan temaram tak mampu menyembunyikan senyum itu. Senyum yang menghantuinya sejak tiga belas tahun yang lalu, akhirnya diketemukan lagi.

“Ratri?”

[kkpp, 31.07.2011]

1) gugus depan: satuan pramuka, biasanya satu sekolah punya dua nomor berurutan, yang ganjil untuk satuan putra, yang genap untuk satuan putri

2) GRO: guest relation officer

Pesona Penanggungan

Pada suatu kesempatan, saya bersama tamu dari Singapura yang hendak melakukan kunjungan bisnis melintas jalur tol Porong-Waru sebelum jalur itu hilang terlindas lumpur Lapindo. Sang tamu berulang kali menggumam tentang gunung Fuji (3.776 mdpl) sambil menatap pemandangan yang terhampar di sebelah kanan.

What did you say? Fuji?” sergah saya.

“Ya, Gunung Fuji. Mirip.”

“Jauh lebih kecil, bukan?” saya tak percaya.

“Benar. Ini miniaturnya Fuji. Coba lihat bentuk dan warna birunya. Suatu saat, datanglah ke Jepang dan bandingkan,” kata sang tamu mencoba meyakinkan saya.

“Apa namanya?” tanyanya kemudian.

“Penanggungan,” saya menjawab singkat sambil membatin, dasar Singaporean, gak pernah punya gunung, bisa-bisanya takjub dengan gunung yang sering saya lewati saat pulang balik Surabaya-Malang itu. Angan saya berkelana saat obrolan jadi senyap. Pikir saya, ya, jauhlah dengan pesona Semeru (3.676 mdpl),  gunung tertinggi di pulau Jawa yang terletak di sebelah timur kota Malang, yang senantiasa saya kagumi setiap berangkat ke sekolah menengah dulu. Tetapi keseriusan sang tamu mengamati Penanggungan membuat saya ikut memperhatikan gunung itu secara seksama.

Rupanya dia benar. Gunung Penanggungan pagi itu tampak biru cerah mempesona meski terlihat mungil dibandingkan dengan dua gunung yang mengitarinya: gunung Arjuno dan gunung Welirang. Bandingkan saja, gunung Arjuno setinggi 3.339 mdpl, gunung Welirang setinggi 3.156 mdpl, sedangkan Penanggungan hanya setinggi 1.653 mdpl.

Penanggungan | dari arah jalan raya Trawas-Mojosari (2011)
Penanggungan | dari arah Porong (2010)
Penanggungan | di kala senja, dari arah Pandaan (2011)

Tetapi Penanggungan-lah, gunung terdekat bagi warga Surabaya untuk plesir. Tretes, Trawas, Prigen, adalah beberapa lokasi yang tak jauh dari gunung itu. Di gunung itu pula, banyak terdapat artefak peninggalan Majapahit. Berbeda dengan ibukota Trowulan, yang dimaksudkan peninggalan di sini kebanyakan berupa punden berundak, petirtaan, serta gua atau ceruk yang konon biasa digunakan sebagai pertapaan. Dari beberapa candrasengkala yang ditemukan, menunjukkan peninggalan-peninggalan tersebut dibangun di masa akhir Majapahit. Sementara di Negarakertagama, gunung ini disebut dengan Pawitra, salah satu gunung suci bagi Majapahit.

Saya sendiri belum sempat berkunjung situs-situs itu dari dekat. Katanya sih ada puluhan situs yang bisa dikunjungi. Tetapi setelah mengunjungi Trowulan beberapa waktu yang lalu (baca di sini), saya jadi ingin menjelajahnya dari dekat.

Sementara saya hanya bisa memandangnya dari jauh. Setiap pagi sambil membuka pintu pagar sebelum berangkat ngantor.

[kkpp, 22.07.2011]

Keping terkait

Bersepeda ke Lapindo

Sila mampir juga ke

Millenarisme di Gunung Penanggungan

Ratusan Candi di Gunung Penanggungan

 

 

Presiden Truk Gandeng

Pernah merasa gemas saat mengendarai kendaraan di jalur Jombang-Kertosono atau Nganjuk-Caruban, atau jalur setipe lainnya? Gemasnya dikarenakan ada truk gandeng beriringan tepat di depan kita. Besar dan lambat, sementara kita terpuruk di belakangnya. Bersama debu dan asap engine yang terengah.

Mau disalip kondisi tidak memungkinkan, mau disabar-sabarkan, kok ya kepikiran kapan sampainya jika terus menguntit di belakangnya. Sebagian besar kemudian memilih menyalip saja. Nunggu saat yang tepat, atau nekat melawan marka yang tak putus-putus. Bisa saja langsung bablas lancar jaya, atau bisa ketilang pak polisi di kawasan itu yang teliti mengamati marka, atau malah menjadi sumber kecelakaan.

pic source: http://batufajarnusantara.blogspot.com
Bandingkan dengan di luar negeri... (pic source: http://glamgirlcars.com/car-tuning/truck-tuning-ride-the-best-truck/)

Iseng-iseng saya mengamati catatan perjalanan di GPS saya. Untuk Surabaya-Madiun yang menempuh 160-an kilometer ditempuh kecepatan rata-rata 40 km/jam, padahal kecepatan maksimum yang tercatat adalah di atas 100-an km/jam (saya malu menuliskan kecepatan sebenarnya, hihihi). Sementara jika pas di belakang truk gandeng, bisa dapet 30 km/jam adalah sebuah kemewahan.

Saya maklum sih mengapa mereka lambat. Dimensi yang besar, ditambah dengan konfigurasi gandeng, pasti membutuhkan skill mengemudi tersendiri. Belum lagi dengan beban penuh yang dua kali beban truk biasa pasti menguras torsi mesinnya. Lebih-lebih ketika di tanjakan maupun tikungan.

Tetapi jangan lupa, lihat juga resikonya. Berapa banyak kecelakaan melibatkan truk gandeng. Di tahun ini saja, sudah banyak kejadian yang melibatkan truk gandeng. Tanggal 11 Juni yang lalu, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua truk gandeng bernopol L dengan satunya bernopol B di jalan tol Slipi arah Tomang. Di hari yang sama, tapi di jalan raya Sukowati, Sragen, truk gandeng yang melintas ditabrak dua kendaraan MPV. Tiga hari sebelumnya, kecelakaan kali ini terjadi anatara truk gandeng yang memuat drum menabrak tru tangki air yang sedang mengganti ban, satu orang meninggal menjadi korban. Tanggal 24 Februari, kali ini di ruas tol Cawang. Sementara di penghujung tahun kemarin, tiga hari menjaelang pergantian tahun 2011, truk gandeng memuat tepung batu putih seberat 31 ton terguling di jalur Kudus-Pati. Sembilan hari kemudian, kecelakaan truk gandeng juga terjadi di Cengkareng. Begitu banyak cerita tentang itu yang bakal menghabiskan banyak alinea.

Saya jadi mikir, siapa sih yang punya ide bikin truk gandeng? Ide utamanya mungkin sekali jalan bisa memuat lebih banyak muatan. Lebih ekonomis daripada menggunakan dua unit truk biasa. Tetapi tidakkah itu kemudian banyak mengganggu banyak kepentingan bersama. Apalagi di negeri kita, infrastruktur masih belum menunjang pengoperasian truk gandeng. Seandainya saja, truk gandeng hanya digunakan dari sebuah kawasan industri ke pelabuhan melalui jalan tol khusus, mungkin nilai gunanya bisa terasakan.

***

Perasaan gemas di alinea pembuka, juga saya rasakan sekarang. Gemas terhadap kepemimpinan RI-1 saat ini. Dengan legitimasi yang digenggamnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak cukup tangkas membawa  negeri ini. Agak-agak mirip sopir truk gandeng. Kendaraannya berat dan terseok melewati jalanan berliku dan mendaki. Nggereng tapi cuma menghasilkan asap yang mengepul menambah polusi.

Sang sopir enggan menurunkan muatan yang memberatinya. Lupa bahwa tujuan sebenarnya adalah segera sampai ke tempat tujuan dan tidak menghalangi kendaraan-kendaraan lain di belakangnya yang juga ingin segera sampai ke tempat tujuan.

Jadi Pak Sopir, segeralah bertindak! Minggir sejenak, buang muatan tak perlu untuk menyelamatkan muatan yang lebih berharga lainnya. Atau, ganti kendaraan saja yang lebih tangkas dan sesuai untuk kondisi negeri ini yang tertatih di jalanan berkelok dan mendaki. Daripada mogok di tengah jalan lho …

Atau kita bersiap mencari sopir yang lebih sesuai. Yang lebih trampil mengemudikan amanah berat dari rakyat …

[kkpp, 22.07.2011]

Dibuang Sayang (3)

Sebelum makin terbenam dan makin susah membongkarnya, inilah lanjutan sampahan saya (sebelumnya bisa baca di sini):

#51 – 21/12/10 ‎| HUJAN bulan Desember, mengingatkanku pada kelabu raut Ibuku, saat kutanya dia berkemas. Di luar pria-pria berseragam menunggu. @fiksimini

#52 – 21/12/10 ‎| KEHABISAN STOK WARNA MERAH. Belum pernah kelabu Desember, menjadi merah semeriah-meriahnya. Tahun ini Garuda berjaya. @fiksimini

#53 – 21/12/10 ‎| KANGEN. Aku mengintip bumi, dari jendela stasiun pengamat di bulan. Di sana sepertinya bulan Desember, disini entah bumi Apa @fiksimini

#54 – 21/12/10 ‎| KONGRUEN. Desember ini layaknya desember2 lain yang berlalu. Saat penanggalan tanggal satu demi satu dan mengeja upah: kelu @fiksimini

#55 – 22/12/10 ‎| BUKAN SULAP BUKAN SIHIR. Nyaris saja kado hari #ibu yang paling mengenaskan: kehilangan anak di hari itu!

#56 – 02/01/11 | selalu saja ada, orang yang membikin jalur ketiga, padahal hanya tersedia dua jalur. kreatif atau bebal?

#57 – 08/01/11 | KOMPAK NGAWUR. “Kita harus menjaga kemenangan di babak pertama,” ujar pelatih berapi-api. Di babak kedua, didapatinya 11 kiper @fiksimini

#58 – 08/01/11 | swargo nunut neroko katut. hanya berlaku untuk sopir dan kenek metromini trayek sorga-neraka pp. @fiksimini

#59 – 08/01/11 ‎| JULING. Mata kanan melirik gadis cantik yg lewat, mata kiri mengawasi istri yg bermain mata dengan pria botak di meja sebelah @fiksimini

#60 – 10/01/11 | GAK KENAL. “Lho kita satu kompleks ya? Kok ndak pernah lihat? Tinggal di blok mana sih?” | “Ane di blok-IR” @fiksimini

#61 – 10/01/11 | SMS. Kopi masih mengepul. Tak ada darah dan pecahan cangkir. Sms eksekusi kematian tak pernah sampai di handset sang penembak @fiksimini

#62 – 13/01/11 | SERUAN TUKAR POSISI. “Wahai ayam, kini giliran kalian yang berada di ujung tanduk. Kami bosannnn!” protes para telor. @fiksimini

#63 – 13/01/11 | DIET. Sepotong ayam menatapku tajam dr atas nasi yang mengepul. Melompat, mencacah syaraf laparku. Sejak itu dietku sukses @fiksimini

#64 – 13/01/11 |  DUNIA HITAM. “Jangan aku, mbah dukun. Aku cuma ayam hitam,” katanya memelas dari tudung sesaji, “Mending cari kambing hitam.” @fiksimini

#65 – 16/01/11 | DEMI CINTA. “Susah sekali menuju hatimu. Melalui tujuh angkot, dan menabung tak merokok tujuh hari” @fiksimini

#66 – 16/01/11 | KESIANGAN. Joko Tarub tak berhasil menemukan satu dari tujuh bidadari. Jemuran telah kering. @fiksimini

#67 – 19/01/11 | PAGI menyergap. Memenjarakan kemarin sebagai kenangan. Adakah karya hari ini yang terpenjarakan esok pagi?

#68 – 19/01/11 | Sisa hujan masih membekas. Gelap. Lengang. Sisa tangis sekilas. Getas. Bimbang.

#69 – 27/01/11 | KoruPSSI … konon berawal dari hidup dari apa yang diinginkan, bukan dari apa yang diperlukan

#70 – 28/01/11 | CIRCLECrop reda. Petani tua tertangkap Densus 69. Didapati ani-ani yg masih berbau padi basah. “Ini kan cara baru memanen” @fiksimini

#71 – 28/01/11 | SENYAP. Lidah-lidah kelu berjejalan dlm stoples. Masih ada stoples kosong, disiapkan bagi jempol-jempol yg nekat berkontroversi @fiksimini

#72 – 04/02/11 |  MALAM PERTAMA JADI MALAM TERAKHIR. Sang lelaki menyesal. Mengapa prosesi membuka dompet utk wanita di sebelahnya, tetap terjadi @fiksimini

#73 – 07/02/11 | mojok ndhemphil di pojokan pulau jawa. membayangkan jadi pelarian majapahit yg diuber-uber fpi…

#74 – 08/02/11 | GONG kosong prihatin bunyinya.

#75 – 19/02/11 | kutuk aku jadi remah dalam rindumu. rutuk aku jadi lebah bagi madumu @sajak_cinta

***

Jangan ragu menimpali, meninggalkan komen bukan pamali. Yuk, mari … (bersambung)

[kkpp, 21.07.2011]

Dialog Ala Dunia Kicau: GM vs ST

Salah satu fasilitas di twitter adalah ‘mention’. Fasilitas ini biasanya digunakan agar si empunya akun memberikan atensi dan biasanya pula lantas menimpalinya. Bayangkan, apa yang terjadi jika fasilitas itu digunakan secara resiprok? Benar! Sebuah dialog yang bisa diikuti oleh para follower masing-masing. Sebenarnya bisa saja dialog itu dilakukan keduanya melalui jalur privat karena twitter menyediakan fasilitas direct message alias DM.

Siang menjelang petang itu (15/7), dua seleb twitter yang kebetulan keduanya saya ‘follow’, saling me-mention. Jadilah, dialog itu muncul di-timeline saya. Yaitu antara Goenawan Mohamad (selanjutnya disebut GM) a.k.a @gm_gm dan Sudjiwo Tedjo (selanjutnya disebut ST) a.k.a Don Tejo Corleoncuk a.k.a @sudjiwotedjo.

Sebagaimana definisi seleb twitter, dialog itu juga diikuti oleh puluhan ribu follower masing-masing.

Atas permintaan kawan, saya mencoba mengkompilasinya. Agak sulit, karena kompilasi itu dilakukan empat jam setelahnya. Sambil ditemani album barunya KLa Project yang saya putar berulang-ulang, susunan dialog itu adalah sebagaimana di bawah. Mungkin ada yang terlewat, semata karena ketidaktelitian saya memilah tweet yang bersliweran, karena keduanya juga menimpali beberapa follower yang ikut nimbrung pada saat dialog masih berlangsung.

Selamat menikmati, semoga bermanfaat untuk Indonesia yang lebih baik.

***

Diawali oleh GM (sepertinya ada yang terlewat, bisa saja lewat DM atau reply, saya tak tahu, karena sebelum tweet itu, GM tengah membahas film impor sementara ST membahas sebutan baru untuk PD sebagai ‘bokap’)

GM

GM: @sudjiwotedjo Pers mendukung demokrasi bukan krn butuh banyak iklan. Wartawan2 Indonesia berani dipenjara utk kebebasan bersuara.

GM: @sudjiwotedjo: mengatakan bhw demokrasi itu “bullshit” itu memanfaatkan demokrasi.

ST: Heuheu tp di monarki konstitusional jg bs gitu RT  @gm_gm:  @sudjiwotedjo: mengatakan bhw demokrasi itu “bullshit” itu memanfaatkan demokrasi.

GM: @sudjiwotedjo Monarki konstitusionil itu sistem politik yg demokratis: Inggris, negeri2 Skandinavia, Benelux, Jepang.

ST: Mas @gm_gm makanya yg saya cari adalah gabungan demokrasi ma apa gitu…Kekuatan monarki,begitu lahir..calon raja ud kaya raya..

GM: Yang tak suka demokrasi dan pers bebas, silakan hidup di Korea Utara atau Arab Saudi.

ST

ST: Mas @gm_gm kelemahan demokrasi kebenaran/kekuasaan diukur dari banyaknya org..makin banyak makin bener..ini yg aku gak sreg..

ST: Mas @gm_gm kelemahan lain demokrasi..asumsi manusia sama..aku gak sreg..faktanya manusia gak sama..

 

GM: @Toondy @sudjiwotedjo Asumsi demokrasi bukan manusia sama. (justru perbedaan dihormati)tapi manusia hrs diperlakukan setara

 

ST: Mas @gm_gm faktanya, manusia ada yg cm mikirin diri dan keluarganya (kesadaran sudra dan paria), ada yg mikirin kelompoknya (weisya) dst dst

ST: Nah di dlam demokrasi, mas @gm_gm , org berkesadaran sudra jg bisa jadi pejabat publik, anggota DPR dll..itu aja ganjelanku 10 tahun trakhir

GM: @sudjiwotedjo Demokrasi bisa salah pilih pemimpin, sebab itu dlm demokrasi pemimpin dibatasi perilakunya dan masa kekuasaannya.

GM: Mayoritas bisa menindas minoritas, tapi demokrasi menjaga kelanjutan politiknya dgn memungkinkan minoritas bisa dilindungi dan berjuang.

ST: Mas @gm_gm justru di situlah..org berkesadaran Sudra (cuma mikir diri sendiri) masa’ suaranya diperlakukan sama dgn Ksatria (mikir negara)

GM: @sudjiwotedjo Bagaimana mengukur dan menentukan siapa yg berkesadaran “sudra”? Dan siapa yg berhak menentukan?

ST: Mas @gm_gm saya pernah usul agar guru2 besar psikologi bikin fit and proper test sedemikian..sehingga org2 berkesadaran sudra/paria failed

GM: @sudjiwotedjo (1) ilmu psikologi itu terbatas jangkauannya. (2) dan siapa nanti yg berhak memilih pakar2 itu, supaya tak dimanipulasi?

ST: Mas @gm_gm minimal yg bisa lolos untuk bertarung kampanye jadi pejabat publik adalah org2 berkesadaran minimal weisya (memikirkan kelompok)

ST: Heuheu dialogku ma mas @gm_gm diberkati Tuhan..terbukti muncul avatar2 cantik2 nimbrung..Matur nuwun Gustiallah cc @candramalik @nananghape

GM: @sudjiwotedjo Alhamdulillah!

GM: @sudjiwotedjo Mari rayakan avatar yg cantik dan tak cantik. Pokoknya dialog kita kayaknya asyik ya?

ST: Iyo Mas..ayuu ayuu juancuk Tuhan asyiik RT @gm_gm@sudjiwotedjo Mari rayakan avatar yg cantik dan tak cantik. dialog kita kyknya asyik ya?

GM: Kita kecewa dgn keadaan kini. Tapi hanya bbrp tahun y.l., ribuan orang dibunuh dan dibuang, pers dibungkem.Tanpa demokrasi.

ST: Btw Mas @gm_gm aku yakin kelak psikologi akan bisa ngecek sudra/tidaknya org..klo tidak gak mungkin Hindu pernah ada

GM: @sudjiwotedjo Dlm sistem kasta macam di India, penindasan atas kaum sudra dan paria diberi dalil agama, dan mengerikan.

ST: Mas @gm_gm itu setlah sudra dll berkembang sebagai kasta sosial/strata..bukan orisinalnya sebagai kelas2 kesadaran batin

GM: @sudjiwotedjo Mungkin ada bermacam-macam Hindu, sbg(mana.red) juga Kristen, Islam dan Yahudi. Yg saya lihat di India, sistem kasta itu menindas.

ST: Mas @gm_gm dgn penghayatan Hindu Ortodoks itulah saya menjiwai teori Darwin..evolusi tak bareng di suatu masa..tp terus berlaku individually

ST: Mas @gm_gm dlm Hindu ortodok, Sudra yg mencuri ayam mungkin gak dihukum…krn dianggap blm manusia..tp ksatriya nyuri ayam dihukum berat

ST: Mas @gm_gm ,di dalam imaji saya manusia itu kalau minimal ud berkesadaran Ksatria (mikirin banyak org/bangsa)..Makaten..Nuwun

ST: Mas @gm_gm bisa jd saya belum manusia,tp sedang berevolusi jd manusia..Di depan Bang Ruhut Sitompul sy bilang mungkin dia jg blm manusia

GM: @sudjiwotedjo Saya juga belum juga selesai jadi manusia. Padahal sebentar lagi jadi bekas manusia.

ST: #Jancukers asu kabeh heuheuheu…dialog aku ma Mas @gm_gm bukan soal menang2an…tp soal andum basuki…

GM: @de_daunan @sudjiwotedjo Tedjo dan saya sedang tukar pikiran. Bukan bersaing.

GM: Tak ada sistem yg sempurna di dunia. Yg terbaik adalah sistem yg selalu bisa diperbaiki, secara teratur, progresif, dan tanpa kekerasan.

GM: Setelah kekecewaan di mana-mana, disadari demokrasi itu sebuah ideal yg tak 100 % terpenuhi — tapi layak utk selalu digayuh, diupayakan..

GM: Semangat demokrasi adalah menghilangkan tiap bentuk penindasan. Ini perjuangan yg tak boleh berhenti, dlm sistem manapun.

GM: @andriantolui Kita tak boleh berasumsi bhw yg berkuasa akan jujur; demokrasi lahir dari sikap tak percaya bahwa ada pemimpin sempurna..

GM: @gasnar @sudjiwotedjo Benar. Dengan ongkos politik yg mahal, kondisi sekarang memungkinkan oligarki: yg kaya yg bisa berkuasa.

GM: @kadeksasta @sudjiwotedjo Dlm ajaran mulia, ‘varna’ tak akan melaihirkan penindasan. Tapi dlm praktek di India, yg mulia itu dilupakan.

GM: @de_daunan @faisalbasri @sudjiwotedjo Alasan menunda demokrasi seperti itu sama dgn alasan pemerintah kolonial menunda kemerdekaan!

GM: Demokrasi kini masih banyak cacat. Tapi kita punya modal utk mengubah keadaan: kebebasan bersuara dan berpolitik.

GM: @koko_indonesia @sudjiwotedjo Setuju. Perlakuan thd kasta sudra dan paria di Bali jauh beda dari di India.

(itulah tweet terakhir yang saling me-mention. Layaknya warung kopi, keduanya kembali ke kesibukan bahasan tweet masing-masing dan saling tidak terkorelasikan. Sependek ingatan saya, inilah dialog paling lama yang pernah saya ikuti di twitter)

[kkpp, 15.07.2011] 

Nambangan dan Kenjeran: Suatu Senja

Gara-gara pengin nyobain sendiri bagaimana beda penggunaan lensa biasa dengan lensa berfilter, jadilah senja itu (11/7) kami meluncur ke pantai timur Surabaya.

Suasana benar-benar lengang. Hanya beberapa pasangan yang ‘menghiasi’ pantai Kenjeran yang tampak tak terawat. Sepertinya sentuhan Walikota Tri Rismaharini, yang telah teruji menyulap beberapa sudut kota Surabaya yang lusuh menjadi hijau dan indah, kali ini tak terlihat.

Gerbang

Lantas kami melanjutkan ke sisi utara dari pantai Kenjeran menuju pantai Nambangan.

Berbeda dengan pantai Kenjeran yang konon pernah ditangani secara serius, pantai ini sama sekali belum pernah. Pantai berbatasan dengan tanggul batu yang mecegah ancaman abrasi dan banjir pasang. Dari pantai ini, pengunjung bisa menikmati keindahan jembatan Suramadu di kejauhan. Apalagi malam, kerlap-kerlipnya sungguh memukau. Sayang, kali ini saya tak membawa tripod.

Pada hari terang, pengunjung bisa menyewa perahu. Beberapa bulan yang lalu sih saya sewa seratus ribu hingga hingga ke sisi bawah jembatan Suramadu.

Beda dengan kunjungan sebelumnya, saya cukup kaget. Jalan Nambangan yang sempit sudah jadi dua jalur.

Lengang

Malam kian gelap. Tanpa tripod, rasanya harus berbesar hati pulang tanpa foto jembatan Suramadu yang menantang. Niat semula kan memang nyoba filter, bukan tripod, hehehe.

Mudah-mudahan, di kunjungan berikutnya ada perubahan signifikan di dua potensi di sisi timur Surabaya yang nyaris gratisan itu.

[kkpp, 15.07.2011]

Keping terkait:

Senja

Seleb Twitter

Siapa yang pantas disebut sebagai seleb twitter? Bagi saya sih ada dua parameter: (i) jumlah follower dan (ii) rajin nge-tweet. Parameter tambahan lainnya adalah kualitas tweet-nya. Parameter ketiga ini bisa jadi relatif di antara pembaca. Karenanya tidak dapat dimasukkan sebagai parameter utama.

Seleb twitter jadi mungkin karena salah satu keunggulannya adalah bisa mempunyai follower tak terbatas, berbeda dengan facebook yang maksimum hanya 5,000 friend-list. Juga ada mekanisme self-follow-unfollow, sehingga memudahkan bagi para follower.

Sependek pengetahuan saya, untuk akun twitter dari Indonesia, kira-kira yang termasuk seleb twitter dengan salah satu dan atau kedua parameter mencapai bilangan minimum 50,000 adalah sebagai berikut (nomer tidak mencerminkan urutan):

1. @bukik – Nama aslinya adalah Budi Setiawan M, MPsi. Leader Magister Perubahan & Pengembangan Organisasi – Unair. Hingga tanggal 13/7/2011 pukul 13.15 followernya sejumlah 3,609 dengan jumlah tweet 58,786. Punya personal web di http://bukik.com

2. @sule_prikitiew – pastilah seantero Indonesia tahu siapa dia. Hingga tanggal 13/7/2011 pukul 13.22 followernya sejumlah 517,659 dengan jumlah tweet 11,818. Partner-nya si @Aziz_GaGaP1 followernya sejumlah 80,201 dengan jumlah tweet 2,581.

3.@RedBodhisattva – pemilik aslinya adalah Saut Situmorang yang juga punya blog di http://boemipoetra.wordpress.com. Hingga 13/7/2011 pukul 14.00, followernya sejumlah 2,020 dengan jumlah tweet 60,877

4. @masbutet – alias Butet Kartaredjasa. Hingga 13/7/2011 pukul 14.00 follower-nya sejumlah 77,603 dengan jumlah tweet 3,859

5. @MirLes – Mira Lesmana, sineas Indonesia terkini, hingga 13/7/2011 pukul 14.00 follower-nya sejumlah 123,352 dengan jumlah tweet 6,973. Sedangkan adiknya yang juga pemain jazz terkemuka @indralesmana follower-nya lebih sedikit yaitu sejumlah 90,571 dengan jumlah tweet yang lebih rajin  9,518.

Sherina - Paling banyak follower-nya

6. @sherinamunaf – Bisa jadi inilah seleb yang paling seleb dari parameter pertama. Hingga 13/7/2011 pukul 14.05 followernya sejumlah 1,250,609 dengan jumlah tweet 9,932

7. @sudjiwotedjo – Namanya dituliskan sebagai Don Tejo Corleoncuk, tetapi publik langsung mengenalinya dari nama twitternya, dan rakyat dunia twitter mendapuknya sebagai Presiden Jancukers, hingga 13/7/2011 pukul 14.12 followernya sejumlah 86,544 dengan jumlah tweet 32,318.

8. @dinopattidjalal – dikenal sebagai juru bicara Presiden Yudoyono serta diplomat karir yang menyelesaikan studi doktoralnya di London School of Economics and Political Science ini hingga 13/7/2011 pukul 14.16 followernya sejumlah 51,451 dengan jumlah tweet 1,293

9. @wimar – Wimar Witoelar, aktivis sejak masa mahasiswanya, konsultan dan dikenal sebagai juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, hingga 13/7/2011 pukul 14.26 followernya sejumlah 71,649 dengan jumlah tweet 45,853.

Agnes - Hampir sejuta

10. @agnezmo – Agnes Monica, hingga 13/7/2011 pukul 14.46 followernya sejumlah 940,859 dengan jumlah tweet 8,273.

11. @ti2dj – Titi DJ. hingga 13/7/2011 pukul 14.50 followernya sejumlah 350,525 dengan jumlah tweet 33,309.

12. @MarcellSiahaan – hingga 13/7/2011 pukul 14.54 followernya sejumlah 98,733 dengan jumlah tweet 14,211.

13. @ulil – Ulil Abshar Abdalla. Sebuah nama yang sangat identik dengan Jaringan Islam Liberal ini hingga 13/7/2011 pukul 14.56 followernya sejumlah 64,801 dengan jumlah tweet 40,426.

14. @gm_gm – Goenawan Mohamad. Seperti Ulil identik JIL, GM identik dengan Tempo. Hingga 13/7/2011 pukul 15.05 followernya sejumlah 70,310 dengan jumlah tweet 17,385.

15. @anasurbaningrum – Ketua Umum Partai Demokrat, yang kini entah bingungudin apa panikudin, hingga 13/7/2011 pukul 15.10 followernya sejumlah 74,249 dengan jumlah tweet 5,120.

16. @desianwar – Jurnalis televisi yang wajahnya pasti diakrabi penggemar televisi, hingga 13/7/2011 pukul 15.15 followernya sejumlah 71,358 dengan jumlah tweet 9,834.

Saran maknyus-nya ditunggu follower-nya

17. @PakBondan – Bondan Winarno. Saran maknyus-nya hingga 13/7/2011 pukul 15.25 ditunggu followernya sejumlah 131,417 dengan jumlah tweet 16,208.

18. @Bustomi_19 – Di profilnya hanya muncul AB 19, tetapi dialah jangkar Arema dan sekaligus juga jangkar timnas sepakbola Indonesia. hingga 13/7/2011 pukul 15.35 followernya sejumlah 188,992 dengan jumlah tweet 3,075.

19. @bepe20 – Bambang Pamungkas. Striker dan kapten timnas sepakbola. Hingga 13/7/2011 pukul 15.40 followernya sejumlah 556,126 dengan jumlah tweet 10,509.

Pandji - dua kriteria terpenuhi!

20. @pandji – Pandji Pragiwaksono. Sosok yang disebut-sebut oleh Rheinald Kasali di buku Cracking Zone. Hingga 13/7/2011 pukul 15.42 followernya sejumlah 115,571 dengan jumlah tweet 60,412.

21. @deelestari – Dewi Lestari. Penulis best seller sekaligus penyanyi favorit. Hingga 13/7/2011 pukul 15.50 followernya sejumlah 210,680 dengan jumlah tweet 19,250.

22. @ndorokakung – Blogger di http://ndorokakung.com. Hingga 13/7/2011 pukul 15.54 followernya sejumlah 42,329 dengan jumlah tweet 53,050.

 

Mungkin ada yang terlewat. Tapi nama-nama @fadjroel, @farhandeltafm, @gusmusgusmu, @komar_hidayat, @pramonoanung, @EepSFatah, @dedeyusuf_1, @RosiSilalahi, … , dll, yang menurut saya sudah layak jadi bagian seleb twitter, hingga tulisan ini dibuat, masih tipis di bawah garis kriteria. Dalam hitungan waktu, bilangan  kriteria itu bakal bertambah.

Maka, siapa seleb twitter bagi Anda? Saya? Jangan deh. Saya bukan siapa-siapa …

[kkpp, 13.7.2011]