Pesona Penanggungan

Pada suatu kesempatan, saya bersama tamu dari Singapura yang hendak melakukan kunjungan bisnis melintas jalur tol Porong-Waru sebelum jalur itu hilang terlindas lumpur Lapindo. Sang tamu berulang kali menggumam tentang gunung Fuji (3.776 mdpl) sambil menatap pemandangan yang terhampar di sebelah kanan. “What did you say? Fuji?” sergah saya. “Ya, Gunung Fuji. Mirip.” “Jauh lebihLanjutkan membaca “Pesona Penanggungan”

Nambangan dan Kenjeran: Suatu Senja

Gara-gara pengin nyobain sendiri bagaimana beda penggunaan lensa biasa dengan lensa berfilter, jadilah senja itu (11/7) kami meluncur ke pantai timur Surabaya. Suasana benar-benar lengang. Hanya beberapa pasangan yang ‘menghiasi’ pantai Kenjeran yang tampak tak terawat. Sepertinya sentuhan Walikota Tri Rismaharini, yang telah teruji menyulap beberapa sudut kota Surabaya yang lusuh menjadi hijau dan indah,Lanjutkan membaca “Nambangan dan Kenjeran: Suatu Senja”

Berkunjung ke Ibukota Masa Lalu (3 – habis)

Kunjungan kami kali ini ke Trowulan, ibukota kerajaan Majapahit, memang terbatas secara waktu. Eksplorasi lebih detil harus ditanggalkan karena pertimbangan para junior yang masih terlalu kecil untuk tidak cepat bosan dengan obyek yang kita kunjungi. Karenanya, meski dengan sementara waktu melupakan berkunjung ke beberapa petilasan, kunjungan akan kami akhiri ke Trowulan pada sisi utara jalanLanjutkan membaca “Berkunjung ke Ibukota Masa Lalu (3 – habis)”

Berkunjung ke Ibukota Masa lalu (2)

Di tulisan terdahulu, kami mengawali perjalanan ke Trowulan terlebih dahulu ke Gapura Wringin Lawang dan Gapura Bajang Ratu. Masih di sisi selatan jalan raya Surabaya-Yogyakarta, kami melanjutkan ke Candi Tikus yang tak jauh dari Bajang Ratu. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sudah banyak mobil yang parkir di pinggir jalan. Bahkan ada rombongan yang menggunakan mobilLanjutkan membaca “Berkunjung ke Ibukota Masa lalu (2)”

Berkunjung ke Ibukota Masa Lalu (1)

Saat ini Trowulan bisa jadi hanyalah sebuah kecamatan dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tetapi berabad-abad yang lalu, kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan besar di masanya. Majapahit, Hayam Wuruk, dan Gadjah Mada, adalah nama-nama yang terkorelasi dengan nama Trowulan dan melegenda hingga sekarang. Di kecamatan ini terdapat beberapa petilasan yang sering dikunjungi. Meski terletakLanjutkan membaca “Berkunjung ke Ibukota Masa Lalu (1)”

Jempol buat Garuda

Emirsyah Satar, salah satu nama yang disebut-sebut oleh Rheinald Kasali dalam buku terakhirnya Cracking Zone, pernah mengalami kejadian kehilangan koper pada saat terbang menggunakan salah satu penerbangan dari salah satu maskapai bintang lima dunia (di artikel tersebut tidak menyebutkan maskapai mana dengan jelas). Koper tersebut ditemukan dua minggu kemudian di salah satu hotel di kawasanLanjutkan membaca “Jempol buat Garuda”

Oleh-oleh dari Mekarsari

Malam ini (7/5/11) saya turut berbangga dan berbahagia menjadi salah satu undangan dari hampir seribuan orang yang memenuhi jalan di perumahan Pondok Jati Sidoarjo yang disulap menjadi tempat acara Grand Opening Mekarsari Tour & Travel sekaligus perayaan ulang tahun kedua Roemah Snack Mekarsari. Pengundangnya adalah M Haris Setiawan, teman sejurusan setahun di atas saya, yangLanjutkan membaca “Oleh-oleh dari Mekarsari”

Cerita Kereta Api

Ada yang tahu cerita tentang Stasiun Tanggung? Benar, ini memang menyangkut tentang kereta api. Karena bagi khazanah bahasa kita, stasiun memang merujuk pada kereta api. Sebagaimana terminal pada bus, pelabuhan pada kapal, serta bandara pada pesawat. Nah, meski Stasiun Tanggung bukanlah salah satu stasiun besar, tetapi keberadaannya adalah penanda sejarah bagi dunia perkeretaapian Indonesia. DialahLanjutkan membaca “Cerita Kereta Api”

Tujuhbelas-an di Tembagapura

Mata saya terbuka dari tidur, saat roda pesawat MD82/83 Airfast menjejak landasan bandara internasional Mozes Kalangin pagi itu. Meski masih menyisakan kantuk, saya mencoba mengintip suasana di luar. Tetapi jendela pesawat penuh dengan butiran air. Rupanya gerimis membasahi bumi Timika, pada hari ketujuh Ramadhan tahun ini. Saat sampai di bandara yang tak seberapa luas, jamLanjutkan membaca “Tujuhbelas-an di Tembagapura”

Sejenak Melongok Madura

Meski Pulau Madura adalah pulau yang secara geografis sangatlah mudah dijangkau dari Surabaya, tetapi sungguh menyesal saya belum menyempatkan diri untuk menjelajahinya secara dalam. Padahal belasan tahun pulau itu hanyalah di ujung kelopak mataku, ibaratnya, tinggal melangkahkan kaki saja untuk menakar sebuah situs yang menyatakan beberapa tempat yang bisa dikunjungi di sana. Tetapi belum kesampaianLanjutkan membaca “Sejenak Melongok Madura”