Oleh-oleh dari Mekarsari

Malam ini (7/5/11) saya turut berbangga dan berbahagia menjadi salah satu undangan dari hampir seribuan orang yang memenuhi jalan di perumahan Pondok Jati Sidoarjo yang disulap menjadi tempat acara Grand Opening Mekarsari Tour & Travel sekaligus perayaan ulang tahun kedua Roemah Snack Mekarsari. Pengundangnya adalah M Haris Setiawan, teman sejurusan setahun di atas saya, yangLanjutkan membaca “Oleh-oleh dari Mekarsari”

Berhemat dengan ‘AC Water Heater’

Bagi sebagian masyarakat kita, menggunakan air panas sebagai kebutuhan untuk mandi adalah termasuk kebutuhan tersier. Hanya balita dan mereka yang sakit yang menggunakannya sebagai sebuah keseharian. Kadang kebiasaan untuk mandi dengan air panas dianggap sebagai sebuah kemewahan tersendiri. Hanya didapati sebagai salah satu fasilitas hotel berbintang, serta di perumahan-perumahan orang berada. Bisa jadi anggapan iniLanjutkan membaca “Berhemat dengan ‘AC Water Heater’”

Jay

Bagi banyak orang, “jay” banyak digunakan sebagai nama panggilan yang gaul. Entah nama panjangnya Zainal, Sanjaya, Jaelani, ehm… apalagi ya. Menurut kamus Inggris-Indonesia, “jay” adalah kata benda yang merujuk salah satu jenis burung yang ribut bunyinya. Sementara di kolom majalah Marketing terbitan Mei 2007, Handi Irawan menulis tentang “Jay Customer“. Menurutnya, jay customer adalah adalahLanjutkan membaca “Jay”

Siang Dipendam Malam Balas Dendam

“Siang dipendam malam balas dendam”. Demikian tag line yang saya baca kemarin di sebuah media iklan yang membentang sebelum jalan layang mayangkara yang melintasi pelintasan kereta api di Wonokromo, Surabaya. Iklan ini sungguh menarik. Tulisan berada di atas, sedangkan di bawahnya tergambar sejumlah mangkok, piring, gelas yang terbuat dari kaca tampak kosong. Tapi itu dapatLanjutkan membaca “Siang Dipendam Malam Balas Dendam”

Marketing Inovasi Gaya Joger

Siapa sih yang tidak kenal Joger? Saya sendiri pertama kali ke Pabrik Kata-kata tersebut pada tahun 1995, pada saat menjadi panitia lokal Kejuaraan Dunia Bridge Junior yang saat itu diselenggarakan di Kuta Bali. Hingga kunjungan terakhir saya dua tahun yang lalu, Pabrik Kata-kata Joger tetap membekas dalam kenangan akan antrian yang sedemikian padat namun segera terhapus sesaat membacaLanjutkan membaca “Marketing Inovasi Gaya Joger”